Rabu, 08 Agustus 2012 , 08:15:00
 
JAKARTA-PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil menjual kembali saham treasury (saham hasil buyback) sebanyak 90.986.000 lembar atau senilai Rp700,592 miliar. Keuntungan bersih yang diraih bank swasta terbesar di Indonesia itu mencapai Rp509,612 miliar.
Corporate Secretary BCA, Inge Setiawati mengatakan, pihaknya berhasil menjual 90.986.000 saham yang merupakan sebagian treasury stock milik perseroan. Saham tersebut merupakan hasil buyback mulai tanggal 17 Januari 2006 dan berakhir tanggal 31 Oktober 2006.
“Sesuai dengan ketentuan Bapepam LK, saham treasury ini wajib dialihkan oleh perseroan selambat-lambatnya pada 31 Oktober 2012,” ujar Inge dalam keterbukaan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin.
Pembeli saham buyback tersebut adalah Credit Suisse (Hong Kong) Limited sebesar 49.300.000 saham dan Deutsche Bank AG, Hong Kong Branch, sebesar 41.686.000 saham. “Pembeli tersebut tidak terafiliasi dengan perseroan,” terangnya.
Harga penjualan dilakukan pada Rp7.700 per saham dan harga tersebut tidak lebih rendah dari Rp7.624 per saham yang merupakan harga ratarata penutupan selama 90 hari terakhir sebelum tanggal penjualan dan Rp7.700 per saham yang merupakan harga penutupan sehari sebelum tanggal penjualan.
Pada Januari 2006, harga ratarata saham BCA berada di level 3,350 per lembar dan pada 31 Oktober 2006 berada di harga 4,650 per lembar. Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan eksekusi buyback saat itu dilakukan pada harga rata-rata Rp2.099 per lembar.
“Jumlah sahamnya 90,986 juta lembar dulu dibeli dengan harga 2.099 per lembar,” ujarnya kepada Jawa Pos, kemarin. Dengan demikian, maka BCA saat itu mengeluarkan modal Rp190,979 miliar untuk membeli kembali sahamnya yang beredar di publik. (jp)
|