LANCAR: Suasana lalu lintas di perempatan underpass Sholeh Iskandar dan Tol BORR.
BOGOR – Proyek tol Bogor Outer Ring Road (BORR) sesi IIA Kedunghalang- Kedung badak sebentar lagi akan dimulai. Meski negosiasi pembe ba san tanah masih terus berja lan, hal itu tak akan mengganggu pembangunan.
Proyek yang bakal meng habiskan dana lebih dari Rp350 miliar itu, kini mulai memasuki tahap akhir pengeboran tanah di ruas Jalan Sholeh Iskandar. Jika tak ada kendala, sebelum Lebaran pengeboran rampung untuk dilanjutkan kembali dengan memasang tiang.
Pantauan Radar Bogor kema rin, sedikitnya lima titik lokasi sedang digali pekerja yang berasal dari kontraktor Wika. Sejumlah rambu penanda dipasang untuk memberikan informasi sedang ada pekerjaan bangunan.
Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) pada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Bambang Suharto mengatakan, pembangunan BORR sesi IIA diharapkan bisa dilakukan secepatnya. Karena, material bahan bangunan telah tiba sambil menunggu pengeboran selesai dilakukan.
“Pengecekan kontur tanah hampir selesai, dan dalam waktu dekat bisa dimulai pemasangan tiang untuk jalan flyover,” ujarnya.
Bambang menjelaskan, selama pengecekan tanah berlangsung, tidak ditemukan kendala di lapangan karena kontur tanah yang akan digunakan sebagai tiang flyover dalam kondisi kuat. “Sejauh ini masih aman. Kita berharap usai Lebaran pengerjaan pembangunan konstruksi segera dilakukan,” terangnya.
Terpisah, Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat menjelaskan, saat ini pembebasan lahan hampir rampung meski sempat terjadi negosiasi alot dengan pemilik tanah. Kendati begitu, mereka pada dasarnya menyambut baik pembangunan tol BORR sesi IIA.
“Masih ada beberapa yang belum sepakat soal harga tanah. Kita masih musyawarah karena penentuan biaya bukan ditentukan P2T. Tapi, oleh pusat melalui tim appraisal,” jelasnya.
Ade menuturkan, biasa pembebasan lahan sudah ada pada pusat. Tinggal menunggu hasil negosiasi dengan para pemilik tanah yang diharapkan selesai secepatnya.
“Pemkot hanya sebatas memfasilitasi. Kelanjutannya nanti bisa dilakukan oleh pemilik lahan kepada pemerintah pusat melalui TPT secara pribadi,” bebernya. Dijelaskan Asisten Tata Praja Kota Bogor ini, nilai tertinggi pembebasan lahan sudah diketahui pihaknya.
Namun, belum bisa diungkap berapa jumlah nominalnya dengan alasan belum ada keputusan resmi dari TPT.
“Masih rahasia. Yang pasti, tidak lama lagi pembebasan seluruh lahan yang berjumlah 59 bidang tanah segera rampung. Sehingga, pengerjaan BORR tidak terganggu,” pungkasnya.(rur)