PENCAKER: Ratusan pencari kerja (pencaker) terlihat sibuk mempersiapkan persyaratan pembuatan kartu kuning di Dinsosnakertrans kemarin. Melonjaknya permohonan pembuatan kartu kuning itu berkaitan dengan penerimaan CPNS di lingkungan Pemkab Bogor.
CIBINONG- Permintaan masyarakat untuk membuat kartu pencari kerja (AK-1) atau kartu kuning di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) meningkat tajam.
Kemarin, pemohon AK-1 itu mencapai 500 orang, atau naik sekitar 500 persen. Sebelumnya permintaan kartu pencari kerja itu hanya mencapai 60-100 pemohon.
Ratusan pemohon kartu kuning atau AK-1 terlihat sudah mengantre di kantor Dinsosnakertrans sejak pukul 08:30. Hingga 10:30, antrean pencaker dari berbagai lulusan, mulai dari SMA sederajat, D-3 dan S-1 masih terlihat bergerombol.
“Setiap hari permohonannya terus meningkat. Hari ini (kemarin, red) saja, pemohon AK-1 mencapai 500 orang,” ujar Kasi Penempatan Tenaga Kerja, Dinsosnakertrans, Irza.
Irza menambahkan, banyaknya pemohon AK-1 itu terhitung sejak awal Juli 2012. Diperkirakan, melonjaknya pemohon kartu kuning itu untuk kepentingan melamar menjadi CPNS. Kendati demikian, banyak juga warga yang membuat kartu kuninguntuk bekerja di perusahan swasta, baik di wilayah Bogor maupun di luar Bogor.
Berdasarkan data yang dihimpunnya, pemohon AK-1 pada bulan Juli mencapai 2.955 orang. Ia mengimbau kepada para pencaker agar pembuat kartu kuning itu diurus sejak jauh hari. Hal itu, akan memudahkan petugas dalam mempercepat pembuatan kartu AK-1. ”Karena pemohonnya banyak, pembuatan kartunya tak selesai sehari,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang pemohon yang ditemui di loket pembuatan kartu AK-1, Suherman mengaku pembuatan kartu kuning itu untuk keperluan melamar menjadi CPNS di Kabupaten Bogor. Ia siap mengikuti tes ujian CPNS sebagai tenaga pendidik. Ia berharap keinginannya yang tertunda ini bisa tercapai. ”Doain aja ya, mudah-mudahan ini rezekiku,” ujar salah satu guru SMK di Kabupaten Bogor itu.(cha/ike)