Ita Purnamasari
Era lady rocker memang sudah berlalu di belantika musik Indonesia. Namun, bukan berarti mereka tak eksis lagi. Contohnya, Ita Purnamasari dan Mel Shandy yang masih terus bernyanyi meski lebih banyak tampil di event-event off air.
ITA Purnamasari terlihat segar di usianya yang sudah memasuki 45 tahun saat ditemui di rumahnya yang berada di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, kemarin (20/7). Sebagai seorang publik figur, Ita memang harus tetap menjaga penampilan.
Meski namanya tak lagi setenar dulu di era 1990-an, dia masih tetap eksis sebagai seorang lady rocker.
”Memang sudah jarang tampil menyanyi di televisi. Tapi, masih sering diundang ke event-event off air,” urai perempuan asal Surabaya kelahiran 15 Juli 1967 itu.
Selain bernyanyi solo, dia kerap berkolaborasi bersama suaminya, Dwiki Dharmawan. Kebetulan, Dwiki sering menjadi duta budaya untuk mewakili Indonesia pentas di negara- negara lain. Awal bulan ini mereka tampil di acara Floriade yang digelar di Venlo, Belanda. September mendatang mereka juga akan kembali tampil bersama. Kali ini pasangan pemusik tersebut akan unjuk kebolehan di Bosnia. Ita memang sangat menikmati kolaborasinya dengan sang suami.
Namun, sebagai seorang penyanyi, dia masih memiliki ambisi untuk kembali membuat lagu baru. ”Terakhir, saya mengeluarkan album the best berjudul Kembali yang Terbaik (2003). Semoga tahun depan bisa merilis album lagi. Paling tidak mengeluarkan single baru,” harapnya.
Jika Ita masih berencana meluncurkan album baru, Mel Shandy sudah melakukannya. Hanya, kali ini formatnya berbeda. Penyanyi kelahiran Bandung, 26 September 1971, itu tahun ini sudah merilis album bersama sebuah band bernama Sexy Rock.
Hanya, memang gaungnya kurang terasa secara mainstream. Sebab, album bertajuk Mel Shandy Sexy Rock itu diproduksi secara indie dan hanya dijual pada komunitas-komunitas rock. Mel Shandy menuturkan, itu adalah kali pertama dia tampil dengan format band. Terobosan baru tersebut, menurut dia, lebih menyegarkan dan membuatnya lebih antusias dalam bermusik. Sama seperti koleganya, Ita Purnamasari, dirinya juga masih eksis di panggung-panggung off air.
”Saya juga sudah punya lagu religi berjudul Akhir Dunia. Meski religi, musiknya tetap nge-rock,” ujarnya sambil mengacungkan jari telunjuk dan kelingking.
Ya, sejak mengenakan jilbab pada 2007, pelantun Angin Malam tersebut memang banyak menyanyikan lagu religi. Beberapa kali dia juga berkolaborasi dengan Ki Ageng Ganjur dalam menyanyikan lagu-lagu religi. Sesekali dia juga tampil membacakan ayat-ayat suci Alquran. Memasuki bulan suci ini, Mel Shandy pun kebanjiran job untuk menyanyikan lagu-lagu bernapaskan Islam.
Di era musik Indonesia yang tengah didominasi boyband dan girlband ala Korea tersebut, Mel Shandy maupun Ita Purnamasari berharap muncul diva-diva rock baru yang mampu menggantikan para seniornya.
”Sekarang baru ada Tantri Kotak, rocker cewek yang punya kualitas bagus. Memang, eranya sudah berbeda dengan era kami dulu,” ujar Mel Shandy. ”Tapi, kalau ada banyak lady rocker, musik Indonesia akan kian semarak,” sambung dia. (m dinarsa kurniawan/c14/ayi)