RINGSEK: Minibus jurusan Sukabumi-Bogor ringsek setelah terjun bebas di jurang setinggi 25 meter .
SUKABUMI–Minibus L300 jurusan Sukabumi-Bogor terjun ke jurang sedalam 25 meter hingga terperosok ke dalam sungai, Sabtu (21/7). Peristiwa nahas di jembatan Angkrok, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi itu terjadi sekitar pukul 13:30 WIB.
Akibat kejadian itu, enam penumpang kritis dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Samudji mengatakan, kecelakaan itu terjadi saat bus menghindari motor yang terjatuh.
Dijelaskannya minibus L300 tersebut bergerak dari arah Sukabumi menuju Bogor. Dari arah berlawanan ada dua motor yang tengah berkebutan. Tepat di jembatan Angkrok, motor jatuh ke bahu kanan jalan. Minibus berusaha menghindari motor Shogun bernopol F 3872 UK itu. Tapi naha, minibus malah masuk jurang.
“Kondisi jurang sangat dalam dan diperkirakan mencapai 25 meter dari badan jalan. Beruntung kecelakaan ini tidak menelan korban.
Dia menambahkan, perkara kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tersebut sedang ditangani aparat kepolisian. “Sopir sudah diamankan untuk diminta keterangan oleh anggota di Posko Lalu Lintas Cibadak,” ujar Samudji.
Sopir minibus, Rian alias Bejo (38) mengaku, kecelakaan itu terjadi karena ia berusaha menghindari motor yang terjatuh karena bersenggolan. “Saya menghindar ke sebelah kiri, ternyata malah masuk ke sungai dan mobil terbalik hingga tiga kali,” aku Rian.
Enam penumpang yang menderita luka serius dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Kecamatan Cibadak, yakni Mulyadi (40) dan Rosidi (30), warga Desa Trajaya Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka. Kemudian Randi (22) asal Desa Sukamulya Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Novita (22) warga Bukit Duri Jakarta.
Selanjutnya, Deuis (19) warga Kampung Gunung Guruh Girang Kecamatan Cisaat. Serta satu korban belum diketahui identitasnya. Keenam korban masih mendapatkan perawatan tim medis.
“Saya mau menuju ke Bogor, tiba-tiba saat kejadian ada motor yang menghalangi jalan, sopir pun menghindarinya dan membelokan setir ke kiri jalan dan masuk jurang,” ujar Randi warga Cikembar. (bal)