BAKAR LEMAK: Patricia Gande menjadi instruktur belly dance sejak 2008.
Makin banyak perempuan yang menggemari belly dance. Tari tersebut tidak sekadar sebagai media penyaluran hobi, tetapi juga jadi cara jitu untuk membakar lemak. Sssttt satu lagi, berkat latihan belly dance konon urusan dengan suami juga jadi semakin hot.
ENAM perempuan tampak luwes menggoyangkan badannya dalam satu sesi latihan di Studio Larendja di Kota Wisata Cibubur pekan lalu.
Mereka dipimpin seorang instruktur yang mengambil posisi terdepan. Terkadang pinggul bergetar, lalu disambung gerakan badanmeliuk-liuk seperti gelombang. Di pinggul mereka tersemat sabuk berupa koin yang bergemerincing saat bergerak. Sabuk itu disebut belly dance chain belt.
Para perempuan tersebut memang sedang berlatih belly dance alias tari perut. Keringat yang keluar menunjukkan bahwa mereka berlatih cukup keras. Patricia Gande, sang instruktur, menyatakan bahwa saat ini, belly dance sedang happening dan sangat digemari. Terutama, oleh ibu-ibu muda.
â€Sejak awal 2000-an, sebenarnya belly dance mulai masuk ke Indonesia. Tapi, baru lima tahun terakhir mulai semarak,†cap perempuan 37 tahun itu. Patricia menambahkan,awalnya memang orang-orang belajar tarian yang asalnya dari Jazirah Arab itu supaya bisa.
Lalu, tarian tersebut berkembang menjadi salah satu alternatif untuk menurunkan berat badan dan membentuk tubuh. Sebab, dalam setiap sesi latihan yang berlangsung selama sejam, belly dance sanggup membakar 400 kalori. Itu lebih banyak daripada latihan tai-chi yang dalam sejam membakar 300 kalori.
Gerakan-gerakan yang dilakukan saat berlatih belly dance, seperti shimmy (pinggul bergetar), maya (gelombang), under curl, upper curl, atau hip curl, difokuskan untuk melatih otot, perut, pinggul, dan paha. Variasi-variasi gerakannya bisa dikombinasikan dengan gerakan tangan atau kaki.
Alasan lain yang bikin ibu-ibu muda berbondong-bondong mendaftarkan diri ke tempat latihan belly dance adalah peningkatan performa saat sesi intim. Itu disebabkan otot di sekitar segi tiga perut, pinggul, dan paha lebih kuat.
’’Goyangannya lebih oke. Stamina juga lebih kuat dan napas tidak cepat tersengal. Pokoknya, belly dance meningkatkan keharmonisan rumah tangga,’’ urai Eva Susanti, salah seorang murid Patricia di kelas belly dance itu. â€Suami sih nggak pernah bilang apa-apa. Tapi, pasti dia merasakan bedanya lah,†sambungnya, lalu terbahak.Manfaat lainnya dari berlatih belly dance adalah mengurangi rasa sakit saat persalinan.
Keunikan dan bermacam manfaat dari belly dance itu membuat banyak orang menggemarinya. Sayang, selama ini studio-studio yang menyediakan latihan belly dance baru terdapat di kota-kota besar.
Tetapi, itu tidak menyurutkan niat Ika Mustika untuk belajar menari perut. Perempuan asal Tarakan, Kaltim, itu rela jauh-jauh ke Jakarta.
â€Saya ingin belajar belly dance di sini sampai mahir, lalu membuka kelas sendiri di daerah asal saya,’’ ungkap instruktur aerobik itu. Sejauh ini, perempuan 26 tahun tersebut sudah berlatih empat kali dan sangat menikmatinya. Sebab, latihan itu sangat fun. Rasanya hanya seperti belajar menari.(m. dinarsa kurniawan/c6/ayi)