Jum'at, 30 Juli 2010 , 11:46:00
 
JAKARTA - Bank Muamalat Indonesia (BMI) tengah konsentrasi menggarap salah satu produk unggulannya bertajuk Tabungan Haji Arafah. Salah satu langkah yang ditempuh pionir perbankan syariah di Indonesia ini, yaitu menandatangani perjanjian kerjasama dengan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Provinsi DKI Jakarta, belum lama ini.
Direktur Bank Muamalat, Farouk A Alwyni mengatakan, animo penduduk Indonesia dalam pelaksanaan ibadah haji sangat tinggi. Hal ini terbukti dengan lebih dari 200 ribu umat muslim Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci setiap tahunnya.
“Animo besar ini tak akan kami sia-siakan dengan memfasilitasi layanan perbankan yang prima sesuai syariah bagi calon jamaah haji,” kata Farouk.
Untuk menggenjot pemasaran, Bank Syariah Terbaik di Indonesia 2009 versi Islamic Finance News (IFN) Malaysia, Global Finance USA dan Alpha South East Asia Hongkong ini, telah mengonversi dan melengkapi produk Tabungan Haji Arafah dengan fitur-fitur unggulan.
“Kini, Tabungan Haji Arafah terdiri dari dua versi, yakni plus dan reguler,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.
Tabungan Haji Arafah Plus, lanjutnya, ditujukan bagi nasabah premium yang merencanakan berhaji dalam waktu lebih singkat.
“Setoran awalnya Rp1,5 juta. Sebagai kompensasi, nasabah mendapat cover asuransi tambahan selain klaim meninggal dunia, berupa jasa layanan darurat medis selama menabung dan berhaji,” jelasnya.
Sedangkan Tabungan Haji Arafah Reguler, sambungnya, dapat dibuka dengan setoran pembukaan Rp250 ribu. Nasabah mendapat cover asuransi jiwa secara gratis selama menabung.
Guna memaksimalkan perencanaan yang disusun nasabah, BMI juga melayani pembiayaan Talangan Porsi Haji agar nasabah bisa lebih cepat mendapat porsi dan penjadwalan tahun keberangkatan haji.(*/mia)
|