Jum'at, 30 Juli 2010 , 11:26:00
 
BARCELONA - Presiden baru Barcelona Sandro Rosell mewarisi banyak masalah dari kepemimpinan presiden sebelumnya, Joan Laporta. Ya, ternyata Laporta meninggalkan problem keuangan yang cukup parah.
Dari hasil audit yang dilakukan firma keuangan Deloitte, diketahui bahwa El Barca, sebutan Barcelona, menderita kerugian mencapai EUR 77,1 juta, atau setara Rp893,8 miliar. Kerugian sebesar itu tentu jauh lebih besar jika dibandingkan pemasukan bersih Barca musim lalu, yang hanya sekitar EUR 11 juta (Rp 127,5 miliar). Laporta sendiri yang Juni lalu memberikan laporan keuangan sebelum turun jabatan.
“Memang, angka-angka yang dilaporkan oleh kepengurusan yang lalu tidak mencerminkan kondisi klub yang sebenarnya. Meski mengumumkan adanya profit yang cukup besar, kerugian yang diderita Barcelona ternyata lebih besar,” keluh Javier Faus, wakil presiden bagian keuangan Barcelona, seperti dikutip Reuters.
“Ada problem struktural di sini. Kehebatan manajemen klub mengelola sektor prestasi tidak sebanding dengan kemampuan mereka menangani masalah keuangan. Itu tidak boleh terulang. Tugas kami sekarang adalah menyelaraskan prestasi dengan pertambahan profit,” paparnya.
Selain merugi, tanggungan utang Barcelona juga membengkak dalam semusim terakhir. Kalau pada akhir musim 2008-09 lalu utang mereka hanya mencapai EUR 329 juta (sekitar Rp 3,8 triliun), Juni lalu jumlahnya sudah meroket sampai Rp 5,1 triliun. Padahal mereka sudah menjual sejumlah pemain seperti gelandang Yaya Toure dan defender Dmytro Chygrynskiy.
Akibatnya, gaji pemain dan sejumlah staf pelatih selama Juni lalu belum dibayar. Pertengahan bulan lalu, Rosell terpaksa mengajukan utang baru kepada tiga bank sekaligus untuk menutup kebutuhan gaji.(na)
|