Jum'at, 30 Juli 2010 , 11:16:00
 
PARUNGPANJANG - Di tengah desakan arus informasi global, kehadiran pesantren salafiyah sangat diperlukan untuk menekan dekadensi moral masyarakat. Demikian dikatakan Sekretaris Majelis Taklim Al Muwaafaqoh, Kecamatan Parungpanjang, Heli Suhaeli.
Menurut dia, pembelajaran Alquran, as-sunnah (hadis) dan kajian kitab kuning, merupakan salah satu filter penerima informasi saat ini. “Tidak semua informasi itu baik untuk kehidupan sosial masyarakat. Untuk itu, penegakan ajaran Islam di ponpes salafiyah menjadi kunci menyambut era informasi bebas dewasa ini,” ujarnya saat acara menyambut bulan suci Ramadan di Ponpes Al-Amin, kemarin.
Sementara itu, pengasuh Ponpes Al-Amin, KH Muksin sempat menyinggung masalah pendidikan formal. Sebab, masih banyak yang beranggapan jika pendidikan hanya untuk mendapat pekerjaan. Sebaliknya, pendidikan merupakan upaya untuk mencerdaskan masyarakat.
“Pesantren bukan pencetak tenaga kerja, tapi alim ulama dan pencipta lapangan kerja,” katanya.
Untuk itu, ia meminta pemerintah meningkatkan kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan di ponpes salafiyah. Pada kesempatan ini, hadir Wakapolsek Parungpanjang AKP Nusirwan, tokoh ulama serta masyarakat sekitar.(cr10)
|