Kamis, 29 Juli 2010 , 12:24:00
 
CIBINONG - Dari lima calon pelatih Persikabo yang direncanakan mengikuti seleksi tahap pertama di Gedung Tegar Beriman, kemarin, ternyata hanya empat yang datang untuk melakukan ekspose kepada para pengurus Laskar Pajajaran. Di antaranya Bambang Nurdiansyah, Mayadi Rakasiwi, Lukas Tumbuan dan Heri Kiswanto. Sedangkan Ruli Nere tidak hadir dalam seleksi tahap pertama itu tanpa alasan jelas.
Dalam seleksi tahap pertama, seluruh calon pelatih memaparkan semua program yang akan dijalankan selama menangani Persikabo. Seluruh pelatih menuturkan bahwa mereka tetap berminat menggunakan pemain lokal Kabupaten Bogor dalam kompetisi nanti. Namun mereka tetap akan mengombinasikan dengan pemain-pemain dari luar, termasuk pemain asing.
“Kita bisa menggunakan pemain muda yang potensial dari Kabupaten Bogor. Namun semua harus diramu dengan pemain dari luar untuk melengkapinya,” kata Bambang.
Sementara itu, Mayadi Rakasiwi, mantan Pelatih Persikad Depok ini menegaskan bahwa potensi anak-anak di Kabupaten Bogor sangat bagus. Bahkan ia berniat mengikutkan pemain berbakat hasil penjaringan Kejuaraan Sepakbola U-23 Piala Emas Rachmat Yasin (PERY) II dalam seleksi.
Selain memanfaatkan pemain lokal, ia juga berminat menjaring beberapa pemain sarat pengalaman. Di antaranya, Jean Paul Boumsong, Sigit Nurcahyo dan Aliyudin.
Hal senada diungkapkan Lukas Tumbuan. Ia berpendapat, dengan memberdayakan pemain muda, biaya pengeluaran tim juga akan semakin kecil.
“Pemain lokal biasanya lebih murah, sehingga akan menghemat pengeluaran. Selain itu, rasa kedaerahan mereka juga masih kuat, sehingga semangat bertandingnya pasti berbeda dengan pemain luar,” tutur Lukas kepada Radar Bogor.
Meski demikian, Lukas tetap berminat membawa beberapa pemain yang sudah profesional. Ia mengatakan, jika terpilih sebagai pelatih, akan berusaha membawa Gilang Angga (eks Persib), Toni Sucipto (Sriwijaya FC) dan Aldo Bareto (PSM Makassar).
Calon lainnya, Heri Kiswanto mengatakan, menjadi pelatih Persikabo merupakan tantangan tersendiri. Karena dengan dana yang minim, ia harus bisa meramu pemain untuk lolos ke Superliga. “Ini merupakan tantangan, karena saya akan memanfaatkan pemain lokal yang berpotensi,” tutur Heri. (leo)
|