Sabtu, 24 Juli 2010 , 13:58:00
 
TAHUN ajaran baru sangat dirasakan bagi masyarakat tidak mampu. Program pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan sudah mendapat acungan jempol, baik dari kalangan masyarakat atas maupun bawah. Adanya subsidi dari pemerintah sangat menunjang secara ekonomis, seperti adanya sekolah gratis, bantuan buku mata pelajaran dan lain-lain. Selain itu, guna menunjang kinerja dan taraf hidup pendidik, pemerintah telah meningkatkan berbagai tunjangan yang bersifat fungsional.
Ketika muncul idiom bahwa anak didik dari kelas SD dan SMP harus diberikan materi buku LKS, apakah hukumnya wajib bagi peserta anak didik untuk membelinya? Ataukah seorang pendidik sudah tak sanggup lagi memberikan berbagai pertanyaan yang bermaterikan seperti dalam sistem LKS?
Jutaan masyarakat tak mampu masih sangat banyak di Indonesia dan LKS yang wajibdibeli semua anak didik sangat memberatkan dengan harga yang begitu mahal. Mungkin untuk ukuran masyarakat tingkat atas sangatlah murah guna perkembangan anak didik mereka.
Perkembangan tentang LKS yang telah saya telusuri di mata masyarakat tidak mampu sangat memberatkan dengan keadaan ekonomi saat ini. Saya ungkapkan keluhan dan unek-unek pembaca ini ketika ada seorang anak didik SD menangis. Si anak tak bisa mengerjakan PR karena belum mampu membeli LKS.
Bayangkan. Apakah kita semua hanya berpangku tangan? Siapa yang harus kita salahkan dalam masalah ini?
Timbul suatu pertanyaan di benak masyarakat tidak mampu, apakah pemerintah berpangku tangan dalam masalah LKS ini? Dan bagaimana pemerintah mencarikan solusi dalam hal ini?
Endang Miharja, Jl Kebonpedes, Bogor, bolung_70@yahoo.co.id
Jalan Cilendek juga Macet
KEMARIN saya akan menghadiri pernikahan rekan di Kecamatan Bogor Timur. Saya sendiri tinggal di Kecamatan Bogor Barat. Mengingat Jalan Sholeh Iskandar yang semula saya banggakan karena lebar dan mulus sedang diperbaiki, akhirnya saya terpaksa memilih jalur alternatif lewat Cilendek, Jalan dr Sumeru Mawar dan seterusnya.
Tak disangka, sepanjang jalan mulai perempatan Yasmin sampai Jalan dr Sumeru macetnya luar biasa. Bagaimana ini, apakah Bogor akan dibiarkan terus jadi kota macet?
Sihab, Curug, 085814068531
Seputar Vila Duta Kumuh
DI sekitar Vila Duta, pengepul barang bekas makin marak. Sementara infrastruktur juga terbengkalai, seperti trotoar yang beralih fungsi, saluran air tertutup sampah dan bangunan liar makin menjamur. Kondisi di sekitar situ jadi kumuh. Apakah aparat terkait sudah tidak memperhatikan hal tersebut? Mohon tanggapannya.
08161130965
Bersihkan Cileungsi
KEPADA Pemkab Bogor, khususnya Bupati RY, Dinas Kebersihan dan pejabat terkait lain, mohon perhatikan kebersihan di Cileungsi, karena dua hal tersebut sangat memprihatinkan.
Jangan hanya Cibinong yang mendapat perhatian. Kabupaten Bogor harus banyak perubahan. Wujudkan Cileungsi bersih!
081586691362
Siapa Izinkan PKL Jualan di Jalan?
SIAPA yang memberi izin PKL berjualan di atas Jalan Tajurhalang-Bojonggede, trayek angkot 12, tiap Kamis malam? Akibatnya, kendaraan yang sudah bayar pajak malah harus dialihkan ke jalan tanah yang becek tak beraspal. Mohon jawaban pihak terkait.
Iwan S, Pura Bojonggede Blok L,
08111111485
>>>SMS
Polri Harus Bersih
KADIV Humas Polri kok tambah kelihatan panik. Di Radar Bogor saya baca dia mengatakan, “Yang punya rekening bermasalah 1.200 orang. Polri kan hanya sekian orang, kok yang diributkan hanya Polri”. Jawabnya, karena Polri penegak hukum, wajar kalau masyarakat menginginkan aparat bersih dari noda-noda kejahatan. Sulit Pak menutupi yang busuk.
0811719272
Sekolah Jual LKS
KEPADA yth Bapak Kepala Dinas Pendidikan, tolong menegur SMPN 16 Kota Bogor, Kecamatan Tanahsareal yang menjual LKS sebanyak 12 unit dengan harga Rp115 ribu. Padahal, sudah ada dana BOS. Mohon ditindaklanjuti karena sudah sering menjual buku dan diharuskan membeli.
087870340869
Setuju LKS Dihapus
SAYA sangat setuju dengan tulisan di rubrik pendidikan Radar Bogor 21 Juli. Sebaiknya LKS memang dihapuskan. Selain menambah beban orangtua, juga membuat guru kurang kreatif. Guru tinggal menyuruh murid-murid nulis di LKS.
02519118260
Awas Ngompol di Masjid!
SAYA heran dan bertanya-tanya, mengapa perempuan dan anak-anak kecil diizinkan berdiam dan bermalam di Masjid Al Amaliah, Ciawi? Bagaimana kalau anak-anak itu mengompol sembarangan dan ibunya juga haid? Bukankah hal tersebut najis? Siapa yang bertanggung jawab? Mohon penjelasan.
087770834934
|