BANDUNG - Proses pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Barat diwarnai aksi tak terpuji. Kemarin markas pasangan HADE (Ahmad Heryawan-Dede Yusuf), yakni Kantor DPD PKS Kabupaten Bandung di Jalan Ketapang, dilempari bom molotov.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13:00 WIB. Ketika itu, tujuh pengurus DPD PKS menghitung ulang suara Pilgub Jawa Barat (Jabar) di ruang dokumen C1. Tiba-tiba mereka dikagetkan oleh suara percikan api dari luar kantor. ”Ternyata api sudah besar dan membakar tiga motor kami, selang air dan spanduk HADE,” kata Idan, salah satu pengurus DPD PKS.
Begitu kejadian, beberapa pengurus langsung keluar kantor. Mereka melihat pelempar bom molotov hendak melarikan diri. Sayang, upaya pelaku gagal. Vespa yang dikendarainya ngadat. Tanpa berpikir panjang, si pelaku langsung diamankan.
Tersangka yang belakangan diketahui bernama Didin Tajudin (28), warga Kampung Cinangka RT 04/7 Desa Margaluyu Kecamatan Anjarsari Kabupaten Bandung tersebut, tak melawan saat ditangkap. Bahkan, saat diinterogasi, lelaki berbadan sedang itu lebih memilih diam. ”Selanjutnya, kami serahkan ke Polsek Katapang untuk ditindaklanjuti,” kata Idan.
Saksi mata lain, Aten Katapang, pemilik toko di seberang kantor PKS menuturkan, saat kejadian, dia melihat tersangka linglung. ”Kejadian ini sangat singkat. Awalnya saya melihat pelaku mondar-mandir di luar kantor. Tapi, saya tak memedulikannya, karena di kantor PKS selalu banyak orang. Namun, setelah melihat kobaran api, saya baru tahu,” terangnya.
Setengah jam setelah kejadian, Kapolres Bandung AKBP Ahmad Dofiri tiba di lokasi. Anggota polisi langsung mengamankan lokasi untuk pengusutan dengan memasang police line. Setelah meninjau lokasi dan meminta keterangan saksi mata dan pengurus partai, ia menuju ke Mapolsek Katapang untuk menemui tersangka yang sedang diinterogasi.
Dari hasil pengembangan sementara diketahui bahwa tersangka mengaku melakukan aksi tersebut atas inisiatif sendiri. ”Ini tidak direncanakan. Tersangka mengaku atas inisiatif sendiri,” kata Ahmad di Mapolsek Ketapang.
Dia menjelaskan, inisiatif tersebut didapatkan saat berjalan-jalan dengan kedua temannya. ”Di tengah jalan, tersangka kecewa atas Pilgub Jabar. Kemudian, dia dan temannya menuju kantor DPD PKS dan ingin membakar kantor PKS. Dia juga mengaku tidak ada yang menyuruh,” tambah Ahmad.
Di bagian lain, Wakapolda Jabar Brigjen Pol Supriyadi Usman juga terjun ke lokasi kejadian. Suprihadi mengatakan, tindakan yang dilakukan pelaku tidak dikenal di kantor PKS itu terkait dengan Pilgub Jabar. ”Ini terkait dengan Pilgub Jabar,” kata Supriyadi usai menemui tersangka di Mapolsek Ketapang Bandung.
Ketua tim sukses HADE Kabupaten Bandung Arifin Sobari, mendesak aparat keamanan mengusut persoalan ini sampai tuntas. ”Kami yakin di balik serangan ini ada aktor di belakangnya,” ungkap Arifin geram.(aol/jpnn/kum)






