CIBINONG - Memasuki Ramadan, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Bogor mengalami krisis darah. Padahal, kebutuhan darah untuk Kabupaten Bogor adalah sekitar 1.000 kantong darah per bulannya.
"Stok darah di PMI hingga hari ini (kemarin, red) atau di awal September sebanyak 342 kantong," kata teknisi tranfusi darah PMI cabang Kabupaten Bogor, Dede Asmanah, saat ditemui Radar Bogor, kemarin.
Ia menambahkan, pada Ramadan ini jadwal donor darah di Kabupaten Bogor sangat minim, yakni hanya empat kegiatan yang sudah terdaftar. Padahal, di bulan-bulan biasa kegiatan donor bisa sampai 20 kegiatan, dengan perolehan darah sekitar 800 kantong. Itu sangat dipahami, karena kebanyakan pendonor yang biasa mendonorkan darahnya sedang menjalankan ibadah puasa.
"Kalau Ramadan ini kami mengandalkan pendonor dari warga non muslim dan setiap hari kami melayani pendonor di kantor cabang. Bagi yang mau donor, silakan datang saja," katanya.
Ketika ditanya bagaimana langkah dan upaya PMI untuk menutupi kebutuhan darahnya, teknisi tranfusi darah lainnya, Ali Firdawansyah menerangkan, hingga saat ini masih mengandalkan dari pendonor.
"Jika tak tertutupi dalam bulan ini, kita biasa sharing dan meminta bantuan PMI Kota Bogor, atau bila sangat mendesak, meminta donor darah ke keluarga pasien," kata Ali Firdawansyah.
Menurutnya, sulitnya mencapai kebutuhan permintaan darah di Kabupaten Bogor lantaran masih kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat Kabupaten Bogor akan pentingnya donor darah.
"Di Kabupaten Bogor selalu kurang stok darah. Dengan luas wilayahnya, pemintaan darah sangat banyak, tak sebanding dengan kesadaran warganya untuk berdonor, makanya selalu kekurangan," katanya seraya menambahkan, untuk mencukupi permintaan darah saat Ramadan, ia mengharapkan kesadaran pendonor untuk turut berpartisipasi. (sal)






